Densus 88 Gandeng Kesbangpol Banjarmasin “Goes to school” Edukasi Tolak Pencegahan Paham (IRET) dan Bijak Bermedia Sosial

0-0x0-0-0#

Densus 88 Gandeng Kesbangpol Banjarmasin “Goes to school” Edukasi Tolak Pencegahan Paham (IRET) dan Bijak Bermedia Sosial

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terus menggencarkan edukasi bahaya paham radikalisme di kalangan pelajar . Melalui kegiatan sosialisasi di SMKN 5 Kota Banjarmasin, Densus 88 mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat toleransi dan persatuan bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, Kasatgaswil Densus 88 Kalsel, AKBP Fachrul Sugiarto, S.I.K, diwakili oleh Iptu Arin SH memberikan edukasi kepada siswa siswi mengenai bahaya penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan Ibu Susana Puteri Ningsih M. Pd (Perwakilan dari SMAN 2 Banjarmasin) baik Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam upaya pencegahan radikalisme di lembaga pendidikan.

Dalam Kesempatan ini Hadir juga Pemateri Dr H. Lukman Fadlun, SH., MH (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kota Banjarmasin) Menyampaikan Materi tentang “PILAR-PILAR PANCASILA SEBAGAI FONDASI KEBANGSAAN MENUJU INDONESIA EMAS TAHUN 2045”

MENANAMKAN NILA-NILAI (PILAR-PILAR DASAR PANCASILA YANG MENGUATKAN WAWASAN KEBANGSAAN Ditinjau dari proses terbentuknya, Wawasan Kebangsaan Indonesia sebagai cara pandang bangsa Indonesia yang timbul karena kesadaran diri serta tempaan sejarah. Ada pun nilai – nilai yang menguatkan, yaitu:

1. Pengorbanan kesediaan mereduksi berbagai kepentingan sendiri (pribadi. daerah. golongan, dan sebagainya) untuk lebih mengedepankan kepentingan bersama.

2. Kesederajatan, kesediaan mengambil peran yang sama dalam perjuangan mewujudkan cita-cita bersama (mencapai taraf kehidupan yang lebih sejahtera). Nilai ini juga mendorong sikap untuk mengambil peran dalam menciptakan perdamaian abadi di

3. Kekeluargaan, kesediaan untuk menjalin hubungan harmonis dunia, diantara bangsa-bangsa. antar kelompok masyarakat bangsa dan antar bangsa yang saling membutuhkan, tanpa harus mengorbankan eksistensi kultural dan ideologi Pancasila

Iptu Arin SH Menyampaikan Pengertian Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Fenomena kejahatan terorisme telah bergeser, memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan paham saja, termasuk anak-anak, membuat mereka rentan terpapar dan berpotensi menjadi korban jaringan terorisme , Tanpa penanganan yang tepat, anak-anak ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi teror yang merugikan masyarakat luas.

Pola perekrutan Anak di Bawah Umur (ABH) dan Anak yang Terlibat Radikalisme (ATR) melalui media sosial telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat

*TREN MODUS AKSI TERORISME*

-MENARGETKAN REKRUTMEN PEMUDA YANG SEDANG DALAM PENCARIAN JATI DIRI DAN IDENTITAS

-MENEMPATKAN PEREMPUAN DAN ANAK SEBAGAI PELAKU TEROR

*AJAKAN HINDARI KONTEN BERBAHAYA*

Dan HIMBAUAN & PESAN AGAR PELAJAR TERHINDAR DARI RADIKALISME & KEKERASAN

1. HORMATI PERBEDAAN SUKU, AGAMA & BUDAYA

2. AKTIF IKUT KEGIATAN POSITIF DI SEKOLAH (ORGANISASI, EKSKUL, & OLAHRAGA

3. KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN KELUARGA & GURU

4. BERGAUL DENGAN TEMAN YANG BAIK, HINDARI KELOMPOK YANG SUKA PROVOKASI

5. GUNAKAN INTERNET DENGAN BIJAK UNTUK HAL YANG BERMANFAAT

6. CERDAS DIDUNIA DIGITAL, JANGAN MUDAH PERCAYA INFO YANG BELUM JELAS

7. JAUHI WEBSITE, MEDSOS, TAUTAN, KONTEN, GAME BERBASIS KEKERASAN DI INTERNET

8. HINDARI BULLYING & BERGABUNG DENGAN GROUP/KOMUNITAS BERBASIS KEKERASAN

9. LAPORKAN JIKA MENEMUKAN KONTEN RADIKAL, KEKERASAN, ATAU AJAKAN MENCURIGAKAN KEPADA GURU, ORANGTUA / PIHAK BERWENANG DAN LAYANAN WA ONLINE SAPA 129

Kegiatan ini juga membuka ruang Diskusi tanya jawab secara aktif sehingga bisi memberikan gambaran tentang seberapa pahamnya siswa dengan materi tersebut , selain itu juga bagi peserta yang aktif mendapatkan hadiah dari Densus 88 atas apresiasi nya.

Melalui kegiatan edukatif seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan pelajar dalam memilah informasi dan berita hoax sehingga dapat mencegah penyebaran paham Radikal di wilayah Kota Banjarmasin

Be the first to comment on "Densus 88 Gandeng Kesbangpol Banjarmasin “Goes to school” Edukasi Tolak Pencegahan Paham (IRET) dan Bijak Bermedia Sosial"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*