Densus 88 Gencar Edukasi Pelajar, Tekan Bullying Dan Cegah Radikalisme Sejak Dini

{"source_type":"vicut","data":{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"17.4.0","enterFrom":"cover","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"J76N9761-RRC5-NVJA-RJ4F-YO8AJ7E6VY96","pictureId":"J76N9761-RRC5-NVJA-RJ4F-YO8AJ7E6VY96","capability_name":"capcut_photo_editor"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{\"client_key\":\"aw889s25wozf8s7e\",\"source_type\":\"vicut\",\"source_platform\":\"mobile_2\",\"appVersion\":\"17.4.0\",\"enterFrom\":\"cover\",\"os\":\"android\",\"product\":\"vicut\",\"editType\":\"image_edit\",\"region\":\"ID\",\"picture_id\":\"J76N9761-RRC5-NVJA-RJ4F-YO8AJ7E6VY96\",\"pictureId\":\"J76N9761-RRC5-NVJA-RJ4F-YO8AJ7E6VY96\",\"capability_name\":\"capcut_photo_editor\"}"}

Upaya pencegahan perundungan (bullying) dan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRET) terus diperkuat di lingkungan pendidikan. Tim Satgaswil Kalsel Densus 88 Antiteror Polri hadir sebagai pembicara dalam kegiatan sosialisasi di SMKN 4 Banjarbaru , Jumat (10/4).

Kegiatan ini merupakan sinergitas dan komitmen Densus 88 AT dan SMKN 4 Banjarbaru dengan menghadirkan 300 siswa / siswi, dalam kegiatan ini Hadiri juga Kepala SMKN 4 Banjarbaru Ibu Finna Rahmiati M.Pd Menyampaikan

“Pencegahan paham IRET sangat penting, di ruang digital selain ada informasi penting juga ada hal yang berbahaya , intoleransi merupakan benih bibit bibit, sedangkan radikalisme dan ekstremisme adalah proses sedangkan puncak nya adalah Terorisme, mari kita jadikan sekolah sebagai laboratorium toleransi, gunakan smartphone dengan cerdas saring sebelum sharing , berpikirlah kritis, jadikan perbedaan untuk persatuan jadilah generasi yang merangkul bukan memukul”

Dalam kegiatan tersebut, Kasatgaswil Densus 88 Kalsel, KOMBESPOL Fachrul Sugiarto, S.I.K, diwakili oleh Iptu Arini SH

Menyampaikan Materi Pengertian Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)

Transformasi penyebaran paham radikal kini semakin masif melalui platform digital dan media sosial, sehingga generasi muda menjadi kelompok yang rentan terpapar.

“Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh pihak, termasuk guru dan orang tua, dalam melakukan deteksi dini, meningkatkan literasi digital, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak,” tambahnya.

Dalam paparannya, mendorong terciptanya kesadaran kolektif melalui penguatan sikap toleransi, penyebaran konten positif di media sosial, serta kewaspadaan terhadap hoaks dan propaganda radikal.

Pada kegiatan ini juga membuka Quisioner bagi siswa siswi sehingga bisa memberikan gambaran tentang seberapa pahamnya siswa siswi dengan materi tersebut , tidak lupa sebagai apresiasi peserta yang nilainya tertinggi mendapatkan hadiah dari Densus 88.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lingkungan sekolah semakin kondusif, bebas dari perundungan, serta mampu menjadi benteng awal dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda.

Be the first to comment on "Densus 88 Gencar Edukasi Pelajar, Tekan Bullying Dan Cegah Radikalisme Sejak Dini"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*