DISDIKBUD PROV KALSEL – DENSUS 88 KUMPULKAN KETUA OSIS SE-KALSEL UNTUK DI BEKALI EDUKASI

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Menggelar Sosialisasi dengan Tema ” Ancaman Narkoterorisme Narkoba Sebagai Alat Doktrin & Kendali Kelompok Teroris Terhadap Pelajar ” Dengan mengundang Densus 88 sebagai Mitra dalam memberikan edukasi kepada -+ 200 Peserta terdiri Ketua OSIS SMA Negeri dan Swasta se-Provinsi Kalimantan Selatan, berlokasi di Hotel Nasa Banjarmasin.

Ipda Halim S, S.H. (Katim Pencegahan Satgaswil Kalsel Densus 88 AT Polri) menyampaikan Materi Pengertian dari Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme kemudian hubungan antara Dampak Penggunaan Narkotika dengan perekrutan kelompok Terorisme di kalangan Pelajar:

Statistik Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja/Pelajar (Sumber: BNN) :

• Jumlah Korban Remaja: Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional, terdapat sedikitnya 312.000 anak usia remaja (pelajar) di Indonesia yang teridentifikasi telah terpapar dan menyalahgunakan narkotika.

• Dominasi Usia Kritis: Angka peningkatan kasus tertinggi di Indonesia secara nasional saat ini didominasi oleh kelompok usia produktif dan pelajar, yaitu pada rentang usia 15 hingga 24 tahun.

• Persentase dari Total Kasus: Dari keseluruhan total kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia, kelompok pelajar dan mahasiswa menyumbang porsi yang sangat signifikan, yaitu mencapai 24% dari total penyalahguna.

Modus Operandi (Cara Mereka Bekerja) :

– Jebakan Ketergantungan: Pelajar dicekoki narkoba gratis hingga kecanduan.

-Pemerasan & Ancaman: Setelah kecanduan, korban diancam akan dilaporkan kepada orang tua/polisi jika menolak instruksi kelompok teroris.

+Pencucian Otak (Brainwashing): Di bawah pengaruh zat, korban diisolasi dari keluarga dan didoktrin ideologi ekstrem.

– Target Sasaran Remaja: Usia (15-18 tahun) adalah masa pencarian identitas, rentan terhadap doktrinasi kelompok radikal Paparan tersebut umumnya berawal dari penggunaan media sosial yang sangat masif dan minim pengawasan. Oleh karena itu, pendampingan orang tua, pengawasan terhadap aktivitas digital anak, serta edukasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak menjadi langkah penting untuk mencegah masuknya paham radikal sejak dini

Diadakan sesi tanya jawab dan kuis untuk meningkatkan interaktif dan mengetahui bagaimana tingkat pemahaman peserta.

Kegiatan ini untuk Meningkatkan pemahaman kepada para pelajar dalam mencegah Pencegahan Penyebaran Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) Khususnya di lingkungan Pendidikan dimana Para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang rentan terpapar terhadap paham IRET sehingga diperlukan edukasi dan perhatian khusus.

Be the first to comment on "DISDIKBUD PROV KALSEL – DENSUS 88 KUMPULKAN KETUA OSIS SE-KALSEL UNTUK DI BEKALI EDUKASI"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*